Masjid dan Musholla, Denyut Religius Kutajaya

Julukan Kutajaya sebagai desa religius bukan tanpa dasar. Dengan 24 sarana ibadah, masjid dan musholla menjadi denyut kehidupan spiritual masyarakat.

Setiap hari, lantunan doa dan aktivitas keagamaan mengisi ruang-ruang desa.

Sarana ibadah tidak hanya menjadi tempat shalat, tetapi juga pusat pembinaan moral, pendidikan agama, dan kegiatan sosial.

Kepala Desa Kutajaya menilai bahwa kekuatan spiritual masyarakat menjadi penopang keharmonisan sosial.

Nilai religius membentuk karakter warga yang saling menghormati dan peduli.

Masjid dan musholla juga menjadi ruang silaturahmi.

Dari tempat inilah berbagai kegiatan sosial lahir, memperkuat rasa kebersamaan antarwarga.

Religiusitas di Kutajaya bukan simbol semata, melainkan nilai hidup yang dijalani dalam keseharian.

Editor : MdE Kutajaya ‘Bergerak Berdampak’

Tinggalkan komentar